
Sahabat, Bayangkan Jika Rasa Sakit Separah Ini Harus Ditanggung oleh Anak Usia 4 Tahun..
"Saya hanya ingin Afzal sehat dan bisa bermain seperti anak-anak lainnya...." — Ibu Hera (Ibu Kandung Afzal).
Saat anak-anak lain bisa bebas bermain, justru Afzal harus terbaring lemah menahan sakit yang didiagnosis dokter, Tumor Wilms (Kanker Ginjal).
Untuk bertahan hidup, dokter terpaksa harus mengangkat ginjal Kanan Afzal, bahkan sebagian ususnya juga ikut dipotong karena sel tumor mulai menyebar.
Sekarang Afzal harus rutin kontrol untuk pengobatan kemoterapi, radioterapi, bahkan untuk Buang Air Besar pun harus menggunakan Kantong Kolostomi di perutnya. Sampai menjalani berbagai tindakan medis yang seharusnya tidak dialami anak seusianya.
Pengobatan Afzal terancam terhenti karena keterbatasan biaya. Ayah Afzal hanya bekerja sebagai buruh bangunan serabutan dengan penghasilan yang gak pasti, sementara Ibunya bantu berjualan risoles goreng.
Demi membeli kantong kolostomi harian, susu khusus, serta transportasi untuk kemoterapi ke luar kota setiap minggu, kini keluarga terpaksa berutang ke sana-sini.
Tidak ada satu pun orang tua yang sanggup melihat buah hatinya terbaring lemas menahan sakit setiap hari. Di usia yang masih belia, Afzal harus kehilangan ginjalnya dan berjuang melawan kanker.
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat." (HR. Muslim)
Bantuan Sahabat akan segera disalurkan untuk membantu, kebutuhan:
👉 Sedekah Sekarang di Yuk Peduli
1️⃣ Klik tombol Donasi
2️⃣ Masukkan nominal
3️⃣ Pilih metode pembayaran
4️⃣ Selesaikan transaksi dan kirimkan kehangatanmu hari ini
Kantor Yayasan Yuk Peduli
Perum Banyuherang, Jl. H. Hasan Arif No.3, Cipicung, Banyuresmi, Kab. Garut, West Java 44191
Rekening a.n Yayasan Yuk Peduli
Bank BCA - 1485300033
Bank Mandiri - 1770011127088
Bank BSI - 7203486671
Bank BNI - 991191121
Bank BRI - 134501000270565
Informasi & Konfirmasi
CS Online: 0813-1322-8823
![]()
Menanti doa-doa orang baik